Kamera Mirrorless Untuk Kelas Pemula, Fujifilm X-A2 Dengan Desain Retro

Apa hal pertama yang membuat kamera mirrorless kelas pemula milik Fujifilm tersebut bisa menarik perhatian? Desainnya cantik dan elegan. Walaupun bodinya menggunakan bahan dari plastik, gaya retro yang diusungnya memberi kesan yang kuat, Fujifilm X-A2 tampak seperti kamera mahal.

Meskipun Fujifilm X-A2 masuk dalam keluarga mirrorless di kelas entry-level, Fujifilm tetap memasang fitur-fitur yang menarik. Misalnya, dua tombol putar yang bisa digunakan untuk mengatur bukaan aperture, kecepatan shutter, atau kompensasi eksposur. Posisi kedua tombol putar tersebut mudah sekali diakses dan ergonomis.


Untuk preview gambar, kamera bersensor CMOS dengan standar APS-C tersebut, menggunakan layar LCD 3,0 inci beresolusi 920.000 Pixel yang dapat dirotasi 225 derajat secara vertikal. Cukup membantu saat digunakan untuk pemotretan low angel maupun high angel. Hanya saja, saat layar tersebut dipakai di bawah terik matahari, efek refleksinya masih terasa kurang nyaman.

Meskipun ukuran tombol-tombolnya cukup kecil, sistem pengoperasian yang ditawarkan Fujifilm X-A2 mengesankan. Tombol Fn yang terletak di bagian atas bodi, bersebelahan dengan tombol shutter, dapat dipilih untuk memudahkan pengaturan kecepatan ISO kamera. Sedangkan parameter penting, seperti selective AF, white balance, timer, dan continuous drive menggunakan tombol cross menu yang ukurannya pas untuk jari orang Indonesia. Untuk pengaturan menu yang lebih komplek, dapat dilakukan dengan tombol Quick Menu. Selain tampilannya informatif, pilihan  parameternya pun dapat dilakukan dengan mudah. Feature lainnya yang tidak kalah menarik dari Fujifilm X-A1 adalah koneksi Wi-Fi. Hanya saja, feature tersebut masih memiliki fungsi yang terbatas. Pada praktiknya, terdapat kesulitan koneksi menjalankan fungsi remote dengan Fujifilm App yang ada di smartphone.


Performa Kamera Mengesankan


Dipasangkan dengan Fujinon XC 16-50mm f/3.5-5.6 OIS II sebagai lensa pengujian, terkesan ketajaman kamera begitu detail hasilnya. Selain tajam, Fujifilm X-A2 juga mampu menghasilkan gambar dengan warna yang menawan. Saat digunakan dibawah terik matahari, kontras yang dihasilkan cendrung keras. Walaupun ketajaman gambarnya jadi makin tinggi, dynamic range gambar yang diambil dengan format JPEG cendrung lebih sempit. Untuk mendapatkan dynamic range yang lebih luas, disarankan selalu menggunakan kombinasi pemotretan dengan format RAW+JPEG.



Seperti kamera-kamera milik Fujifilm sebelumnya, hal terbaik yang dimiliki oleh Fujifilm X-A2 adalah performanya di pemakaian ISO tinggi. Bisa dikatakan, kamera yang juga dilengkapi dengan hot-shoe untuk flash eksternal tersebut terbebas dari noise. Gambar yang diambil dengan ISO 800 masih sempurna. Tidak muncul noise sedikitpun. Saat digunakan di kondisi minim cahaya, foto yang diambil dengna ISO 1600 dan ISO 3200 juga belum muncul noise. Foto yang diambil dengan ISO 6400 pun masih memiliki noise yang minim.

Diuji dengan lensa Fujinon XC 16-50mm f/3.5-5.6 OIS II, kamera yang menggunakan 49 titik sensor AF tersebut, juga menunjukkan kecepatan autofokus yang prima. Untuk menangkap moment-moment penting, respon autofokusnya cepat dan akurat. Saat kamera dipakai untuk memotret dalam kondisi minim cahaya, autofokusnya pun masih bisa bekerja dengan baik.



Sebagai kamera dikelas entry level, masalah klasik yang masih dimiliki oleh Fujifilm X-A2 tinggal di buffernya. Walaupun memiliki kecepatan continuous drive hingga 5,6 frame per detik, dengan kartu memori SDHC Kingstone Ultimate 100X, waktu yang digunakan untuk merekam gambar RAW+JPEG ke dalam kartu memori masih terbilang lambat.

Harga Fujifilm X-A2


Untuk informasi lengkap mengenai harga dan spesifikasi dari Fujifilm X-A2, Anda bisa mengunjunginya disini.

Subscribe to receive free email updates: